• 1

    May

    Do you Remember ?

    Do You Remember ? Kenangan itu telah lama berlalu tapi rasanya ingatanku padamu begitu kuat mencengkram… bahkan masih bisa kuingat jelas serpihan-sepihannya Kau.. yang menenggelamku pada asa yang mengajarkanku untuk memeluk mimpi kau yang selalu hadir dalam khayalku menari-nari…. Aku hanya bisa mengingat bahwa kau pernah ada dan itu sangat indah Wasn’t it true do you remember like I do, Wasn’t it true or is it All tainted in your view, Could I be just a dream or two, Wasn’t it true, Oh, if I knew, Now I know it was so special every single way, Every single way, yeah, yeah You know I’d go right back there, Take me back today, If you take me back today, ‘Cause I know there’s no one to replace you in my mind (Remember -The Corrs
  • 27

    Oct

    Surat Untukmu

    Kau tanya padaku apa arti kebahagiaan bagaimana aku menjelaskan padamu sesuatu yang terletak didalam hatimu sendiri di dalam sanubarimu yang tidak bisa kuukur dan kutebak Begitu kecewanya kah engkau pada dirinya? yang telah mengecewakanmu ? tapi cobalah tanya pada dirimu pantaskah dia kautangisi? dia yang telah menduakanmu yang membuat persahabatan kita nyaris karam tidakkah persahabatan kita juga berharga? Apa yang harus kulakukan untukmu, katakanlah… apapun akan kulakukan untuk menyanggahmu agar kau tidak rapuh kau tidak perlu memintaku, karena aku ada disini untukmu
  • 11

    Sep

    Pantaskah Aksi Sweeping Terhadap Warga Malaysia?

    Membaca berita hari ini bahwa ada aksi sweeping yang dilakukan mahasiswa Indonesia terhadap mahasiswa Malaysia sebagai wujud protes atas tindakan Malaysia yang mengklain sejumlah kekayaan budaya Indonesia. Haruskan demikian? Tindakan Malaysia yang mengklaim kekayaan budaya Indonesia memang mengesalkan. Dan semakin menyakitkan ketika Pemerintah yang seharusnya melindungi akar kebudayaan leluhurnya lambat merespon hal ini. Dan ini ada beberapa budaya yang diklaim oleh Malaysia: Batik Tari Pendet Wayang Kulit Angklung Reog Ponorogo Kuda Lumping Lagu Rasa Sayange Bunga Rafflesia Arnoldi Keris Rendang Padang Jadinya, ini seperti pukulan hebat yang menghantam kepala. Tersadar ketika suatu kebanggaan, aset bangsa berlahan mulai hilang. Dan lucunya, tari pendet, ta
  • 1

    Sep

    Mutiara Senja

    Sudah lama blog ini telantar. Ini efek punya blog lebih dari satu :-) hehe.. Tapi kali ini aku mau menghidupkannya kembali. Dengan template baru (tidak sesendu kemarin) dan topik blog yang akan lebih variatif (tidak hanya sekedar puisi). Mutiara Senja…. Nama ini kupilih karena aku punya kenangan di sebuah pantai di belahan negara lain, dimana aku dan dia mengunjungi sebuah patung mutiara raksasa, sebuah simbol dari negara tersebut. Menikmati alamnya dan memfoto sudut-sudut unik dari setiap sisinya. Dan waktu telah membawa kenangan itu terbang bersama angin, tapi aku masih ingatsetiap bagian kenangan tentang kita. Mutiara Senja… Senja adalah ungkapan hatiku yang kelabu. Kelabu, ketika menyadari perasaan yang muncul sangat bertentangan dengan akal sehatku. Aku tahu itu tidak mung
  • 10

    Jul

    Lupakanlah

    aku ingin menghapus ingatanku padamu tetapi semakin ingin aku melupakanmu bayanganmu semakin mengejarku aku cuma punya satu hati walau tidak sepenuhnya aku berikan pada dia tapi separuhnya pun aku tidak bisa memberikannya padamu jadi, lupakanlah aku kenangan tentang kita akan abadi jangan kau guncangkan lagi pertahananku
  • 5

    Jun

    Untukmu

    Lihatlah bintang di langit kelam kuharap sinarnya akan menyinari hatimu yang sepi Dengarlah kicauan burung-burung yang bernyanyi riang kuharap lagunya dapat menghibur hatimu yang gundah Betapa ingin kubelai wajahmu dengan tangan lembutku yang bercaya mengusir dukamu mnguatkanmu meneguhkanmu
  • 15

    May

    Tentang Hati

    Percayakah kau teman, soal hati…. Bahwa hati tidak dapat diukur dalamnya tidak sama dengan matematika 4+4 = 8? Hati bersifat abstrak Hari ini cinta..besok bisa benci Hari ini bisa sayang besok bisa marah Dan, tahukah kamu teman.. begitu mudahnya hati terbolak balik dan ketika cinta datang menyerang Rasa bahagia yang menyergap Hingga kau sendiripun tidak dapat mengendalikannya Sementara, disisi lain kau sudah menjatuhkan pilihan pada seseorang? Mengapa cinta yang begitu dahsyat datang terlambat? Lalu, dimanakah letak cinta sesungguhnya?
  • 27

    Apr

    Bolehkah aku bicara?

    Setahuku, kita tidak bisa bebas berbicara ketika zaman Soeharto. Tidak boleh mengkritik apalagi menentang. Jangan orang per orang yang berbicara, mediapun ruang geraknya dibatasi.Bahkan ketika seseorang mengkritik pemerintah, diapun akan sangat hati-hati untuk berbicara karena kabarnya “dindingpun” bisa mendengar. Terserah apakah kebijakan itu baik untuk rakyat atau tidak. Semua harus tunduk, patuh pada kebijakan yang ditetapkan. Tapi, kini zaman sudah berubah. Ini era baru (bukan merk sendal lo..) . Sudah ada UU kebebasan pers, dan kita diberikan ruang untuk berbicara dan mengkritik. Dan, saya tambahkan, asal itu bertanggung jawab. Dan, sungguh aneh..engkau yang hidup di zaman kebebasan, melarangku untuk berbicara. Mengeluarkan ide-ideku, pemikiranku, ekspresiku. Bahkan kau
  • 21

    Apr

    Aku sedang benci..

    Sudah lama aku tidak merasakan hal seperti ini Perasaan senang..berbunga-bunga.. Berdebar-debar.. Seperti perasaan yang pernah kurasan beberapa tahun yang lalu Aku sendiri hampir lupa bagaimana rasanya jatuh cinta Karena yang kulakukan adalah rutinitas Terkadang tanpa rasa.. Tapi sungguh, kali ini aku benci perasaan ini Perasaan ini bikin repot Karena terkadang membuatku senyum-senyum sendiri Berdebar menunggu kabar darinya Kecewa pada hal-hal yang kecil Kau terlalu jauh bagiku Jarak kita ribuan kilometer Dan yang lebih menyakitkan adalah Aku sudah ada yang memiliki
  • 20

    Apr

    Malam Minggu..

    Mereka jalan berdua bergandengan tangan saling menatap dengan tatapan lembut Akh.. inimalam minggu Mereka yang sedang kasmaran akan keluar bersama pasangannya Aku hanya bisa menatap sendiri….
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post