Feed on
Posts
Comments

Surat Untukmu

Kau tanya padaku apa arti kebahagiaan

bagaimana aku menjelaskan padamu

sesuatu yang terletak didalam hatimu sendiri

di dalam sanubarimu

yang tidak bisa kuukur dan kutebak

 

Begitu kecewanya kah engkau pada dirinya?

yang telah mengecewakanmu ?

tapi cobalah tanya pada dirimu

pantaskah dia kautangisi?

dia yang telah menduakanmu

yang membuat persahabatan kita nyaris karam

tidakkah persahabatan kita juga berharga?

 

Apa yang harus kulakukan untukmu, katakanlah…

apapun akan kulakukan untuk menyanggahmu agar kau tidak rapuh

kau tidak perlu memintaku, karena aku ada disini untukmu

Membaca berita hari ini bahwa ada aksi sweeping yang dilakukan mahasiswa Indonesia terhadap mahasiswa Malaysia sebagai wujud protes atas tindakan Malaysia yang mengklain sejumlah kekayaan budaya Indonesia. Haruskan demikian?

Tindakan Malaysia yang mengklaim kekayaan budaya Indonesia memang mengesalkan. Dan semakin menyakitkan ketika Pemerintah yang seharusnya melindungi akar kebudayaan leluhurnya lambat merespon hal ini. Dan ini ada beberapa budaya yang diklaim oleh Malaysia:

  1. Batik
  2. Tari Pendet
  3. Wayang Kulit
  4. Angklung
  5. Reog Ponorogo
  6. Kuda Lumping
  7. Lagu Rasa Sayange
  8. Bunga Rafflesia Arnoldi
  9. Keris
  10. Rendang Padang

Jadinya, ini seperti pukulan hebat yang menghantam kepala. Tersadar ketika suatu kebanggaan, aset bangsa berlahan mulai hilang. Dan lucunya, tari pendet, tari kebanggaan asal Bali, masuk dalam iklan Visit Malaysia Year 2009 dan ditayangkan di Discovery Channel.

Hingga dapat dibayangkan, Malaysia, sebuah negara serumpun dengan Indonesia, negara yang hanya 1/3 nya Indonesia menargetkan kunjungan turis ke negaranya sebesar 16,8 juta sedangkan Indonesia hanya 6,4 juta. Padahal mereka menggunakan iklan budaya kita!

Menyedihkan memang. Lalu, dengan apakah kita luapkan kekesalan kita? Pantaskah kita sweeping warga Malaysia yang ada di Indonesia? Atau, haruskan kita bersama pemerintah melakukan sesuatu?

Mutiara Senja

Sudah lama blog ini telantar. Ini efek punya blog lebih dari satu :-) hehe.. Tapi kali ini aku mau menghidupkannya kembali. Dengan template baru (tidak sesendu kemarin) dan topik blog yang akan lebih variatif (tidak hanya sekedar puisi).

Mutiara Senja….

Nama ini kupilih karena aku punya kenangan di sebuah pantai di belahan negara lain, dimana aku dan dia mengunjungi sebuah patung mutiara raksasa, sebuah simbol dari negara tersebut. Menikmati alamnya dan memfoto sudut-sudut unik dari setiap sisinya. Dan waktu telah membawa kenangan itu terbang bersama angin, tapi aku masih ingat setiap bagian kenangan tentang kita. 

Mutiara Senja…

Senja adalah ungkapan hatiku yang kelabu. Kelabu, ketika menyadari perasaan yang muncul sangat bertentangan dengan akal sehatku. Aku tahu itu tidak mungkin…. Dan senja, adalah waktu di tempatku untuk menanti kamu.

Aku, adalah seorang gadis yang punya hobby menulis dan menuangkannya dalam blog. Seseorang yang tidak ingin dikenali identitasnya (bukan sok misterius..) tapi dalam beberapa pertimbangan aku ingin menjaga perasaan orang lain. Karena blog, buatku adalah wadah untuk mengekspresikan diri, tanpa ada hukum benar dan salah dari pikiranku.

Salam blogger,

 

 

 

 

Lupakanlah

aku ingin menghapus ingatanku padamu

tetapi semakin ingin aku melupakanmu

bayanganmu semakin mengejarku

 

aku cuma punya satu hati

walau tidak sepenuhnya aku berikan pada dia

tapi separuhnya pun aku tidak bisa memberikannya padamu

 

jadi, lupakanlah aku

kenangan tentang kita akan abadi

jangan kau guncangkan lagi pertahananku

 

Untukmu

Lihatlah bintang di langit kelam
kuharap sinarnya akan menyinari hatimu yang sepi
Dengarlah kicauan burung-burung
yang bernyanyi riang
kuharap lagunya dapat menghibur hatimu yang gundah
Betapa ingin kubelai wajahmu
dengan tangan lembutku yang bercaya
mengusir dukamu
mnguatkanmu
meneguhkanmu

Tentang Hati

Percayakah kau teman,

soal hati….

Bahwa hati tidak dapat diukur dalamnya

tidak sama dengan matematika 4+4 = 8?

 

Hati bersifat abstrak

Hari ini cinta..besok bisa benci

Hari ini bisa sayang besok bisa marah

Dan, tahukah kamu teman..

begitu mudahnya hati terbolak balik

dan ketika cinta datang menyerang

Rasa bahagia yang menyergap

Hingga kau sendiripun tidak dapat mengendalikannya

Sementara, disisi lain kau sudah menjatuhkan pilihan pada seseorang?

Mengapa cinta yang begitu dahsyat datang terlambat?

Lalu, dimanakah letak cinta sesungguhnya?

Bolehkah aku bicara?

Setahuku, kita tidak bisa bebas berbicara ketika zaman Soeharto. Tidak boleh mengkritik apalagi menentang. Jangan orang per orang yang berbicara, mediapun ruang geraknya dibatasi. Bahkan ketika seseorang mengkritik pemerintah, diapun akan sangat hati-hati untuk berbicara karena kabarnya “dindingpun” bisa mendengar. Terserah apakah kebijakan itu baik untuk rakyat atau tidak. Semua harus tunduk, patuh pada kebijakan yang ditetapkan.

Tapi, kini zaman sudah berubah. Ini era baru (bukan merk sendal lo..) . Sudah ada UU kebebasan pers, dan kita diberikan ruang untuk berbicara dan mengkritik. Dan, saya tambahkan, asal itu bertanggung jawab.

Dan, sungguh aneh..engkau yang hidup di zaman kebebasan, melarangku untuk berbicara. Mengeluarkan ide-ideku, pemikiranku, ekspresiku. Bahkan kau melarangku untuk sekedar bertanya sesuatu yang tidak aku pahami.

Apakah aku harus diam? Tunduk, patuh pada aturan yang tanpa ada penjelasan? Tidak bolehkah aku berbicara?

Aku sedang benci..

Sudah lama aku tidak merasakan hal seperti ini

Perasaan senang..berbunga-bunga..

Berdebar-debar..

 

Seperti perasaan yang pernah kurasan beberapa tahun yang lalu

Aku sendiri hampir lupa bagaimana rasanya jatuh cinta

Karena yang kulakukan adalah rutinitas

Terkadang tanpa rasa..

 

Tapi sungguh, kali ini aku benci perasaan ini

Perasaan ini bikin repot

Karena terkadang membuatku senyum-senyum sendiri

Berdebar menunggu kabar darinya

Kecewa pada hal-hal yang kecil

 

Kau terlalu jauh bagiku

Jarak kita ribuan kilometer

Dan yang lebih menyakitkan adalah

Aku sudah ada yang memiliki…

Malam Minggu..

Mereka jalan berdua
bergandengan tangan
saling menatap dengan tatapan lembut
Akh.. ini malam minggu
Mereka yang sedang kasmaran akan keluar bersama pasangannya
Aku hanya bisa menatap
sendiri….

Dont say u love me…

Jangan katakan kau sayang padaku..

Jangan katakan kau rindu padaku..

karena itu sangat membebaniku

dalam pikiran dan hatiku

Kau membuatku menjadi kacau

menjadi bingung..

Apa yang engkau harapkan dariku?

Sudah ada yang menjagaku disini

Dan kau…

Kau membuatku hampir goyah..
Hampir rubuh
Tapi aku ingin menyanggahnya sekuat tenaga
mengabaikan kata-katamu
mengabaikan kabar darimu
 
Aku tidak ingin terlena
dan menghancurkan semua hidupku
Aku harus menyadari ini hanya sesaat
Tak ingin mengharapkan apapun darimu
selain ketulusanmu berteman denganku
 
Jangan katakan apapun lagi padaku
Jangan mengharapkan apapun dariku
aku rapuh..
Aku takut tak kuasa
Kau masuk ke dalam hidupku
dan merusak semua yang sudah kubangun